Jumat, 29 Januari 2016

Si janda

"Apa kabar selingkuhanmu?" Kartika mengibas rambut panjangnya ke belakang pundak. Leher jenjang itu membuat lelaki dihadapannya menelan ludah.

"Aku janji tidak akan main gila lagi."

Kartika tertawa lebar. "Baru belajar bohong sudah berlagak ahli rupanya."

Ia menunjuk tanda merah di leher lelaki itu dengan pena. Lalu melemparnya ke atas surat cerai mereka.

Lelaki itu mati kutu tertangkap basah -lagi. Dengan berat hati ia membubuhi tanda tangannya disana.

Kartika segera bangkit. Menarik surat itu dengan cepat.

"Aku akan berikan semua gajiku padamu. Masa depanmu akan kujamin." Lelaki itu memohon.

Kartika tersenyum kecut. Ia membenahi blazer ungunya.

"Tidak ada yang kutakuti dari masa depanku selain hidup dengan pecundang sepertimu."

Kartika beranjak. Aku menyambut sahabatku di pintu cafe.

"Jadi sampai kapan status janda ini kira-kira bertahan?"

Kartika menertawaiku. Ia menepuk dada kirinya pertanda luka itu masih basah.

"Mungkin sampai ungu tak lagi disebut si janda."

Tulisan ini diikutsertakan dalam #PestaFiksi03 oleh RedCarra

2 komentar: